Azab Kubur Tidak Ada … ? :-/

Ust. Achmad Sarwat, Lc.

Salah satu bentuk pemurtadan dan penghancuran Islam adalah dengan menanamkan keragu-raguan kepada hadits nabawi. Cara ini oleh musuh Islam dipandang sangat efektif, karena lumayan hemat tenaga, tetapi punya dampak kehancuran yang besar.

Contoh yang paling mudah adalah tentang ingkarnya sebagai umat Islam terhadap adanya siksa kubur. Alasannya, karena siksa kubur itu tidak disebutkan di dalam Al-Quran. Hanya disebutkan di dalam hadits, lalu hadits-hadits itu dituduh sebagai hadits yang lemah.

Padahal kedua argumentasi itu salah besar. Siapa bilang Al-Quran tidak bicara siksa kubur? Dan siapa bilang hadits tentang siksa kubur itu lemah?

Yang lemah bukan hadits tentang siksa kubur, tapi barangkali ilmu dan wawasan penulis buku itu sendiri. Sebab bagaimana mungkin ada orang yang mengaku beragama Islam, tetapi masih saja tidak paham dengan ayat Al-Quran? Atau masih tidak bisa membedakan mana hadits yang shahih dan mana yang tidak shahih? Apalagi sampai berani menulis buku, tapi sayangnya isinya tidak menggambarkan keluasan ilmu, kecuali hanya sekedar menjiplak habis pemikiran kufur materialis barat.

Dalil-dalil Siksa Kubur Adalah Dalil Yang Qath’i

Sebenarnya adanya azab kubur itu sesuatu yang sudah qath’i dan pasti sifatnya. Tidak perlu dipermasalahkan lagi Dalam banyak ayat Al-Quran Al-Kariem dan juga tentunya hadits Rasulullah SAW, kita mendapatkan bahwa dalil yang jelas dan qath’i. Demikian juga Rasulullah SAW menyebut-nyebut azab kubur secara tegas, jelas dan terang.

Bagaimana mungkin kemudian mengingkarinya semata-mata mengambil pengertian kedua dari ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem?

A. Ayat-ayat Quran
1. Ayat Pertama
Allah SWT telah berfirman di dalam Al-Quran Al-Kariem tentang adanya azab kubur.

…Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, , “Keluarkanlah nyawamu” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya. (QS. Al-Anam: 93)

2. Ayat Kedua
…Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.(QS. At-Taubah: 101)

Di ayat ini teramat jelas bahwa Allah SWT menyiksa orang zalim itu dua kali, yaitu pada alam kubur dalam kematiannya yaitu setelah nyawa dicabut hingga menjelang hari kiamat. Dan berikutnya adalah siksaan setelah hari kiamat yaitu di neraka.

3. Ayat Ketiga
Demikian juga yang Allah SWT lakukan kepada Fir’aun yang zalim, sombong dan menjadikan dirinya tuhan selain Allah SWT. Allah SWT mengazabnya dua kali, yaitu di alam kuburnya dan di akhirat nanti. Di alam kuburnya dengan dinampakkan kepadanya neraka pada pagi dan petang. Ini merupakan siksaan sebelum dia benar-benar dijebloskan ke dalamnya dan terjadinya pada alam kuburnya.

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat., “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (QS. Al-Mu’min: 46)

4. Ayat Keempat
Ayat ini lalu dikuatkan juga dengan ayat lainnya yang juga menyebutkan ada dua kali kematian, yaitu kematian dari hidup di dunia ini dan kematian setelah alam kubur.

Mereka menjawab, “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali, lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan untuk keluar?”(QS. Al-Mu’min: 11)

B. Dalil Hadits Shahih
Selain ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem, hadits-hadits shahih pun secara jelas menyebutkan adanya azab qubur. Sehingga tidak mungkin bisa ditolak lagi kewajiban kita untuk meyakini keberadaan azab kubur itu, sebab bila sudah Al-Quran Al-Kariem dan hadits shahih yang menyatakannya, maka argumentasi apa lagi yang akan kita sampaikan?

1. Hadits Pertama
Dalam hadits yang pertama kami sampaikan tentang azab kubur ini, haditsnya masih amat kuat berhubungan dengan ayat Al-Quran Al-Kariem. Yaitu firman Allah SWT dalam Al-Quran Al-Kariem:

Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. Ibrahim: 27)

Sebuah lafaz dalam ayat di atas menyebutkan tentang ‘ucapan yang tegas’ yang dalam bahasa Al-Quran Al-Kariem disebut dengan ’al-qouluts-tsabit’ dijelaskan oleh Rasulullah SAW bahwa itu adalah tentang pertolongan Allah SWT ketika seseorang menghadapi azab kuburnya.

Dari Al-Barra’ bin Azib dari Rasulullah SAW bahwa ketika seorang mukmin didudukkan di dalam kuburnya, didatangilah oleh malaikat, kemudian dia bersyahadat tiada tuhan kecuali Allah SWT dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah SAW, maka itulah makna bahwa Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh. (HR Bukhari kitab Janaiz Bab Maa Ja’a Fi azabil Qabri hn. 1280)

2. Hadits Kedua
Ada sebuah doa yang dipanjatkan oleh beliau dan diriwayatkan dengan shahih dalam shahih Al-Bukhari.

Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW berdoa dalam shalat, ”Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari azab kubur …(HR Bukhari kitab azan bab doa sebelum salam hn. 789)

3. Hadits Ketiga
Dalam kitab shahihnya itu, Al-Bukhari pun membuat satu bab khusus azab kubur.

Dari Aisyah ra bahwa seorang wanita yahudi mendatanginya dan bercerita tentang azab kubur dan berkata, ”Semoga Allah SWT melindungimu dari azab kubur”. Lalu Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang keberadaan azab kubur itu. Rasulullah SAW menjawab, ”Ya, azab kubur itu ada”. Aisyah ra berkata, ”Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan shalat kecuali beliau berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur”. (HR Bukhari kitab Janaiz Bab Maa Ja’a Fi azabil Qabri hn. 1283)

4. Hadits Keempat
Dalam kitab shahihnya itu juga, Al-Bukhari membuat satu bab khusus tentang berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur.

Dari Musa bin ‘Uqbah berkata bahwa telah menceritakan kepada anak wanita Khalid bin Said bin Al-Ash ra bahwa dia telah mendengar Rasulullah SAW berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur.(HR Bukhari kitab Janaiz Bab At-Ta’awwuz min azabil Qabri hn. 1287)

5. Hadits Kelima
Dari Aisyah ra bahwa beliau bertanya kepada Rasulullah SAW tentang apakah manusia diazab di dalam kubur, lalu Rasulullah SAW menjawab, ”Aku berlindung kepada Allah SWT dari hal itu (azab kubur). (HR Bukhari kitab jum’at bab berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur ketika gerhana hn. 991, 996)

Kesimpulan:

Umat Islam sejak masa Rasulullah SAW hingga hari ini telah berijma’ (bersepakat) bahwa azab kubur itu adalah sesuatu yang pasti adanya. Sehingga mereka yang mengingkarinya hanya dua kemungkinannya. Pertama, mereka kurang dalam dan luas dalam mempelajari ayat dan hadits. Kedua, mereka tahu ada dalil dan nash yang shahih dan sharih tapi mengingkarinya. Lepas dari motivasinya masing-masing.

Wallahu a’lam bishshawab

~ oleh badmunir di/pada Mei 14, 2008.

9 Tanggapan to “Azab Kubur Tidak Ada … ? :-/”

  1. ya saya sangat setuju sekali, biasanya orang yang menyatakan tiada alam kubur ada beberapa kemungkinan, yang diantaranya saya tau dengan pendengaran saya sendiri :
    1. ulama’ yang bersekutu dengan jin; kebetulan yang saya kenal seorang kiyai yang punya pondok tapi menyatakan yang ada dikubur cuma cacaing yang menghancurkan jasad, sedangkan malaikat Mungkar dan Nakir tidak ada, malah dia sering kirim fatihah dan berkomunikasi dengan yang mbaurekso desa kami, malah dia sangat menghormatinya dengan mempersiapkan tempat kusus untuk sejenis bangsa jin.
    2. Orang yang malas beribadah
    3. Orang-orang sok tau hanya mengandalkan nalar dan ilmu pengetahuan yang tidak bersumber dari Qur’an dan Hadist, sepertihalnya adanya karangan buku”TIDAK ADA AZAB KUBUR”dan”SHOLAT TAHAJUD DISIANG HARI”coba pengarang buku tersebut dikritik biar umat Islam tidak semakin rancu(fakta bagi orang awam akan semakin malas beribadah gara-gara memebaca buku tersebut) dan terpecah belah gara-gara karangan buku yang nggak jelas tentang pengetahuan agama si pengarang,JAZAAKUMULLAH WA KHOIRON KASIIRO

  2. Mungkin yang di maksud itu didalam kubur, bukan alam kubur, sudah ada belum ya sebuah riset atau penelitian tentang 7 langkah setelah mayat dikuburkan,kalau video yang beredar di kalangan masyarakat kita saat ini (tentang azab di liang lahat) menurut saya itu adalah bualan atau karangan belaka,kalau memang benar azab itu dilakukan di dalam liang lahat, alagkah bahagianya seseorang yang mati karena terlindas kereta api,atau dibakar hingga jadi abu, yang tubuhnya hancur berkeping2x,karena mereka melawati fase siksa kubur itu sendiri, jadi menurut saya yang namanya azab kubur (didalam liang lahat)itu mutlak tidak ada,yang ada adalah manusia di azab di alam kubur, karena alam kubur itu termasuk kepada Ilmu Allah yang Ghaib, manusia hanya mengetahui sedikit,kucinya hanya Allah yang tahu, So…Islam tidak mutlak bisa dibawa ke logika,tapi Islam harus diyakini dengan Iman yang teguh,karena Agama Islam tidak akan masuk akal jika manusia tidak meng-imani nya dengan sungguh2x,belajar agama Islam jangan terpaku hanya kepada 1 orang ulama,kiyai,ustad saja, carilah ilmu Islam di berbagi sumber, kumpulkan semua sumber bermutu,tarik benang merahnya,jangan lupa ikuti apa yang Al-Qur’an ajarkan,gak bakalan sesat deh.

  3. saya jadi bingung..ilmu agama saya dikit bgt..saya cuma berpegangan teguh lakukan yang terbaik yang saya bisa lakukan dan mencari ridho Allah semata…

  4. Apabila ada seseorang yang beragama Non-muslim seperti NASRANI,YAHUDI dan agama-agama lainya, apakah ia juga akan mengalami siksa kubur seperti yang akan dialami oleh orang-orang yang beragama ISLAM ?

    • Insya Allah begitulah, sebagaimana telah diceritakan di dlm Al Qur’an bahwa fir’aun (tentunya tidak beragama Islam) mengalami siksa kubur itu.
      QS. Al-Mu’min: 46
      Selain itu dapat dilihat pada QS’ Ali Imron ayat 3 yang artinya
      “Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.”

  5. Jika memang azab kubur itu benar-benar ada dan walaupun para Ilmuwan tidak dapat membuktikanya secara ILMIAH. Apa saja syarat atau hal yang harus kita lakukan untuk dapat terhindar dari azab kubur yang amat pedih ?

    • logika sederhananya,
      ya,…… kembali kepada apa yang diharapkan oleh penguasa azab kubur (Allah SWT).
      apabila kita mengikuti dan melaksanakan segala perintah serta menjauhi segala larangannya… pasti kita akan terhindar dari segala bentuk azab beliau.
      untuk mengetahui mana yang diperintahkan dan mana yang dilarang tentunya kita harus perbanyak ilmu tentang hal itu.
      mudah-mudahan kita semua diberi ilmu dan hidayah serta pertolongan oleh Allah, hingga kita dapat mengetahui bahwa yang haq itu nyata haq dihadapan kita, dan kita diberi kekuatan untuk menjalankannya, dan diberikan pengetahuan bahwa yang bathil itu nyata bathil dihadapan kita sehingga kita dapat meninggalkannya.
      amin…

  6. ya Allah,, nyoon seporah serajeh. jek sampek dunnyah nikah agebei loppah dek kah paghi’ neng akherat.
    Allahumma a’udzubika min adzabil qobri

  7. Qila: Ada alam kubur dan juga ada kuburan. alam kubur berarti bersifat gaib dan kuburan zhahir. versi Imam al-ghazali, azab atau ni’mat dengan segala interpretasinya bisa bisa bersifat fisik (jasmani) bisa juga ruhani (gaib), termasuk di dalamnya azab kubur. peristiwa luar biasa yang dapat diamati oleh panca indra berupa gambaran siksa atau juga ni’mat kubur bisa jadi merupakan pertunjukan yang diberikan Allah sebagai ibrah (pelajaran) dan itu sangat mungkin, walaupun itu sangat sedikit dibanding dengan yang sebenarnya. artinya sangat mungkin Azab yang terjadi di kubu secara fisik, merupakan gambaran azab di alam kubur. bagi orang beriman sekecil apapun peristiwa dapat dijadikan pelajaran untuk meningkatkan keimanan. MARI SAUDARAKU PERBAHARUI IMAN KITA DENGAN MEMAUTKAN SEGALA PERISTIWA DENGAN YANG MAHA MENGENDALIKAN PERISTIWA, WALAUPUN TIDAK MASUK AKAL.

Tinggalkan Balasan